Apa Itu UI Design?
UI atau User Interface Design adalah proses mendesain tampilan dan cara kita berinteraksi dengan aplikasi atau website. Tujuannya adalah membuat pengalaman menggunakan produk digital menjadi lebih mudah, menarik, dan nyaman.
Bayangkan saat kamu membuka aplikasi seperti Tokopedia atau Instagram. Tombol, menu, ikon, warna, dan cara kamu berpindah dari satu halaman ke halaman lain — itu semua hasil dari UI design.
Dulu, komputer hanya bisa digunakan oleh orang yang paham bahasa pemrograman. Sekarang, semua orang bisa menggunakan teknologi karena UI design sudah dirancang agar mudah dimengerti semua orang, termasuk yang bukan ahli komputer.
Peran UI Design
UI design berperan penting dalam menciptakan pengalaman digital yang menyenangkan dan efisien. Menurut Hugo Raymond dari Figma, UI design tidak cuma soal tampilan cantik, tapi juga bagaimana pengguna bisa merasa nyaman dan terhubung secara emosional dengan produk.
Desainer UI membuat tampilan seperti tombol, ikon, menu, form, dan lain-lain agar pengguna bisa berkomunikasi dengan aplikasi secara mudah. Selain estetika, mereka juga memperhatikan fungsi, kenyamanan, dan logika penggunaan.
Perbedaan UX dan UI
Banyak orang menyamakan UX (User Experience) dan UI (User Interface), padahal keduanya berbeda, walau saling berhubungan.
UX fokus pada pengalaman pengguna secara keseluruhan: Apakah aplikasi mudah digunakan? Apakah alurnya jelas? Apakah pengguna puas?
UI fokus pada tampilan visual dan elemen yang bisa diklik, seperti tombol, warna, tipografi, dll.
Contohnya, kalau UX itu seperti desain denah rumah (alur, kenyamanan), maka UI adalah dekorasi dan furnitur di dalam rumah itu (warna cat, posisi sofa, lampu, dll).
Meskipun sering dipisah, sebaiknya tim UX dan UI bekerja sama agar hasil akhirnya menyatu dan memuaskan pengguna.
3 Jenis Antarmuka yang Sering Digunakan
1. Graphical User Interface (GUI): Ini adalah antarmuka paling umum, berbasis gambar dan ikon. Kita menggunakan GUI saat menyentuh layar HP, mengklik mouse, atau menggunakan menu.
2. Gesture-based Interface: Digunakan pada teknologi seperti VR (Virtual Reality) dan AR (Augmented Reality), di mana pengguna memberi perintah lewat gerakan tubuh, misalnya melambaikan tangan.
3. Voice User Interface (VUI): Mengandalkan suara pengguna. Contohnya Siri, Google Assistant, dan Alexa yang merespons saat kita berbicara.
Elemen Penting dalam UI Design
Agar aplikasi mudah digunakan, UI harus punya elemen-elemen penting berikut:
Input Controls: Elemen yang memungkinkan pengguna memasukkan informasi, seperti tombol, kotak teks, dropdown, dan checkbox.
Informational Components: Memberi informasi ke pengguna, seperti ikon, notifikasi, pesan peringatan, atau loading bar.
Navigational Components: Membantu pengguna berpindah-pindah antar halaman, seperti menu, breadcrumb, atau tab navigasi.
Containers: Mengatur dan mengelompokkan elemen supaya rapi dan mudah dibaca, seperti kotak (cards), tab, dan panel.
4 Tips agar UI Design Sukses
1. Utamakan Pengguna
Semua elemen desain harus membuat hidup pengguna lebih mudah.
Gunakan tampilan yang sederhana, tidak ribet, dan mudah dimengerti.
Gunakan desain yang sudah umum agar pengguna tidak bingung.
Beri umpan balik langsung saat pengguna melakukan sesuatu (misalnya tombol berubah warna setelah diklik).
2. Lakukan Riset
Pelajari aplikasi lain yang sejenis.
Cari tahu apa yang disukai pengguna, dan apa yang kurang.
Gunakan hasil riset ini untuk membuat desain yang lebih baik dan sesuai kebutuhan pasar.
3. Gunakan Prinsip Desain yang Baik
Pastikan desain mudah diakses oleh semua orang, termasuk yang punya keterbatasan penglihatan atau mobilitas.
Sesuaikan desain dengan budaya dan bahasa jika produk digunakan di berbagai negara.
Ikuti standar terbaru agar desain tetap relevan dan modern.
4. Pakai Alat yang Tepat
Gunakan software desain seperti Figma yang bisa digunakan online dan mudah dipelajari.
Di Figma, kamu bisa kerja bareng tim, ambil elemen dari library, dan terima masukan langsung dari orang lain.
Desain UI yang Bagus Itu Seperti Tak Terlihat
Desain UI yang benar-benar bagus justru tidak terasa rumit. Pengguna merasa seperti mengendalikan semuanya tanpa sadar ada "desain" di balik itu. Tapi untuk membuat UI seperti ini butuh waktu, latihan, dan alat yang tepat.
Dengan Figma, kamu bisa belajar dan praktik langsung membuat UI yang keren, baik untuk tugas, proyek, maupun pekerjaan profesional. Selain itu, kamu bisa terhubung dengan komunitas desainer di seluruh dunia yang bisa jadi sumber inspirasi.
Artikel Lainnya Dengan Kategori Terkait :
1. Belajar Figma #01 Pengenalan figma
2. Belajar Figma #02 Membuat Projek Pertama kali
3. Belajar Figma #03 Shape pada figma
4. Belajar Figma #04 Layer Pada Figma
5. Belajar Figma #05 Boolean Groups
6. Belajar Figma #06 Pengenalan Figma
7. Belajar Figma #07 Merancang Layar Awal Aplikasi di Figma
8. Belajar Figma #08 Desain Logo dan Ikon Pertamamu di Figma
9. Belajar Figma #09 Desain Halaman Galeri & Postingan Foto di Figma
10. Belajar Figma #10 Membuat dan Menguji Prototipe Interaktif di Figma
11. Belajar Figma #11 Penerapan Constraints dalam Desain Tablet & Desktop
12. Belajar Figma #12 Tips & Trik Figma
13. Belajar Figma #13 Mulai Desain Bareng Figma
14. Belajar Figma #14 Etika dalam Desain Digital
15. Belajar Figma #15 Desain yang Aksesibel dan Inklusif
16. Belajar Figma #16 Dasar Design Research dalam Proses Desain
17. Belajar Figma #17 Content Research & Design
18. Belajar Figma #18 Storytelling dalam Desain
19. Belajar Figma #19 Mengurangi Kerumitan Desain
20. Belajar Figma #20 Design Brief
21. Belajar Figma #21 Storyboard UX
22. Belajar Figma #22 Perbedaan antara UI dan UX
23. Belajar Figma #23 Kesederhanaan dalam Desain
24. Belajar Figma #24 Konsistensi dalam Desain
25. Belajar Figma #25 Constraints dalam Desain
26. Belajar Figma #26 Typography
27. Belajar Figma #27 Visual Hierarchy
28. Belajar Figma #28 Prinsip Dasar Desain UI
29. Belajar Figma #29 Cara Membuat Desain Aplikasi dalam 5 Langkah
30. Belajar Figma #30 Minimum Viable Product (MVP)
31. Belajar Figma #31 Rapid Prototyping
32. Belajar Figma #32 Product Design
33. Belajar Figma #33 UI Design
34. Belajar Figma #34 UX Strategy
35. Belajar Figma #35 UX Research
36. Belajar Figma #36 UX Design
37. Belajar Figma #37 Wirefreaming
38. Belajar Figma #38 Style Guide
39. Belajar Figma #39 Design Thinking
40. Belajar Figma #40 Apa Itu Wireframe dan Mock-up?
41. Belajar Figma #41 Human-Computer Interaction (HCI)
42. Belajar Figma #42 Lateral Thinking
43. Belajar Figma #43 Web Design
44. Belajar Figma #44 Human-Centered Design (HCD)
45. Belajar Figma #45 Prinsip Gestalt
46. Belajar Figma #46 Teori Warna (Color Theory)
47. Belajar Figma #47 Apa itu RGB?
48. Belajar Figma #48 Graphic Design
49. Belajar Figma #49 Design Ethics
50. Belajar Figma #50 Inklusi dan Aksesibilitas dalam Design
51. Belajar Figma #51 Design Research
52. Belajar Figma #52 Content Design
53. Belajar Figma #53 Latihan Figma: Cara Menggunakan Desain Sistem yang Sudah Ada
54. Belajar Figma #54 Figma Exercise: Cara Mendesain Resume (CV)
55. Belajar Figma #55 Apa Itu CMYK?
56. Belajar Figma #56 Warna primer
57. Belajar Figma #57 Warna Sekunder
58. Belajar Figma #58 Split-Complementary Colors
59. Belajar Figma #59 Estetika Desain
60. Belajar Figma #60 Warna Monokromatik
61. Belajar Figma #61 Warna Komplementer
62. Belajar Figma #62 Warna Triadik
63. Belajar Figma #63 Color Palette
64. Belajar Figma #64 60 Kombinasi Warna untuk Menginspirasi Desainmu Part 1
65. Belajar Figma #65 60 Kombinasi Warna untuk Menginspirasi Desainmu Part 2
66. Belajar Figma #66 Jenis-Jenis Font Website
67. Belajar Figma #67 Static vs Dynamic Website
68. Belajar Figma #68 Apa Itu Fitts'Law
69. Belajar Figma #69 13 Prinsip Desain Grafis
70. Belajar Figma #70 Simbolisme Warna
71. Belajar Figma #71 Mengenal 25 Warna Merah dalam Desain
72. Belajar Figma #72 Pengenalan Warna Hijau dalam Desain
73. Belajar Figma #73 25 Nuansa Warna Cokelat dalam Desain
74. Belajar Figma #74 Cara Memulai Presentasi: 15 Ide untuk Pembukaan yang Menarik
75. Belajar Figma #75 Website Portofolio
76. Belajar Figma #76 Cara Mendesain Logo dalam 5 Langkah Sederhana
77. Belajar Figma #77 Apa Itu Kerning dan Mengapa Penting dalam Desain Huruf
78. Belajar Figma #78 Golden Ratio (Rasio Emas)
79. Belajar Figma #79 33 font modern untuk meningkatkan desain Anda
80. Belajar Figma #80 35 Font Terbaik untuk Logo
81. Belajar Figma #81 25 Font Terbaik untuk Thumbnail YouTube
82. Belajar Figma #82 Workshop Online
83. Belajar Figma #83 Customer Journey Map
84. Belajar Figma #84 Sprint Retrospective
85. Belajar Figma #85 Swimlane Diagram
86. Belajar Figma #86 Diagram Fishbone
87. Belajar Figma #87 Cara Membuat Flowchart dengan Figma
88. Belajar Figma #88 Diagram UML
89. Belajar Figma #89 Information Architecture (IA)
90. Belajar Figma #90 Grafik Permintaan dan Penawaran
91. Belajar Figma #91 Context Diagram
92. Belajar Figma #92 Entity Relationship (ER) Diagram
Mahardika Oktadiansyah - 20 Mei 2025
Belajar CSS Lanjutan #215 | CSS border-inline-end Property
Mahardika Oktadiansyah - 20 Mei 2025
Belajar CSS Lanjutan #214 | CSS border-inline-color Property
Mahardika Oktadiansyah - 20 Mei 2025
Belajar CSS Lanjutan #213 | CSS border-inline Property